Kanker paru?


Aku mulai mengenal rokok pada usia yang relatif muda. Awalnya hanya ingin mencoba, ketika usiaku menginjak 15 tahun, kemudian menjadi kebiasaan, terutama ketika duduk di bangku SMA. Hampir semua teman sebaya menghisap rokok, dan dari mereka pulalah kudapatkan jatahku, karena waktu itu orang tua melarang keras. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga suatu saat pada pemeriksaan kesehatan (general check up) tahun 2005 yang diselenggarakan oleh perusahaan dimana aku bekerja, pada paru kiri atas ditemukan kabut tipis. Saat itupun aku tercekat, karena beberapa tahun sebelumnya Ibuku meninggal karena kanker paru. Aku pernah mendengar bahwa kanker mungkin secara genetis dapat menurun, walau masih dalam penyelidikan. Pada saat itu segera kubawa hasil pemeriksaan tsb ke dokter untuk mendapat penjelasan lebih lanjut. Lega rasanya karena menurut dokter yang memeriksa saat itu, terlalu dini untuk menetapkan bahwa itu adalah kanker. Terlebih lagi saat itu memang tidak ada gejala yang mencurigakan, seperti sesak nafas, rasa nyeri, atau batuk berdarah. Akupun meneruskan kebiasaan merokok karena merasa aman

0 comments:

Poskan Komentar

Tuliskan pesan atau komentar anda disini