Cytology

Specimen : Bilasan bronkus,
Makroskopik : Cairan bening kurang lebih 10cc dibuat 3 sediaan apus,
Mikroskopik : Sediaan-sediaan apus bilasan bronkus terdiri atas banyak sel-sel epitel silindrik, banyak sel makrofag/sel-sel debu dan sedikit lekosit.
Kesimpulan : Tidak tampak sel ganas, jamur tidak ditemukan.

Demikian citology report yang dibacakan dr Menaldi padaku. Aku senang, setidaknya bukan kanker yang bersarang di paruku, tetapi juga sedih karena penyakitku belum juga dapat dikenali, sementara itu dada kiriku makin terasa nyeri. Proses bronchoscopy yang kujalani beberapa hari yang lalu berjalan lancar. Hal yang menyulitkan adalah letak jaringan liar yang terlalu tinggi di puncak paru sebelah kiri, sehingga pengambilan sampel jaringan dilakukan dengan cara bilasan. Prosedur bilasan pada bronchoscopy biasa dilakukan jika alat bronchoscope tidak dapat menjangkau letak jaringan yang dicurigai. Hal ini bisa terjadi karena saluran nafas (Bronchus) yang semula cukup besar untuk dilalui alat bronchoscope, semakin dalam semakin banyak bercabang dan semakin kecil, sehingga bronchoscope tidak dapat lagi melaluinya. Seorang dokter spesialis paru yang biasa melakukan tindakan bronchoscopy harus hafal benar cabang-cabang saluran nafas yang ada dalam paru. Meskipun demikian, dalam tugasnya dokter dapat juga dibantu dengan alat Fluoroscopy yang dapat memetakan seluruh permukaan paru, sekaligus memantau setiap gerakan bronchoscope yang sedang dioperasikan di dalam paru. Jika jaringan yang dicurigai dapat dijangkau oleh bronchoscope, maka pengambilan sampel jaringan dilakukan dengan cara menyikat (brushing) jaringan liar. Sikat kecil dimasukkan melalui bronchoscope kemudian digesekkan ke jaringan liar sehingga sel-sel jaringan menempel pada sikat, yang selanjutnya akan dipelajari di laboratorium PA (Pathology Anatomy). Selain sikat terkadang juga digunakan forceps (penjepit) untuk mengambil jaringan. Jika jaringan liar tidak terjangkau oleh bronchoscope, maka dilakukan cara pembilasan. Pada prosedur bilasan ini melalui bronchoscope disemprotkan cairan air garam yang biasa disebut saline, kemudian cairan ditampung. Sel-sel yang terlepas dan larut dalam cairan dipelajari di laboratorium PA (Pathology Anatomy) untuk dikenali jenisnya.

0 comments:

Poskan Komentar

Tuliskan pesan atau komentar anda disini